Kasih Sayang Seorang Ayah
Namaku Imam Nur Zuhri, lahir di Semarang, 20 tahun lalu. Aku akan sedikit mengulas tentang keluargaku ini, dan seorang pemimpin di keluarga kecil ini yaitu ayahku. Ayah merupakan inspirasi dan motifasi ku dalam hidup, ayah bekerja sehari hari demi menafkahi keluarganya, termasuk aku yang masih kuliah di univ PGRI Semarang ini, setiap kali mengingat ayah, aku selalu merasa bersalah karena di umur ku yang sudah dewasa belum bisa memberi pemasukan maupun bantuan kepada kekuarga dan adik adik ku yang dirumah, masih meminta uang saku, ini dan itu, terkadang membuat jengkel orang tua.
Aku sebagai anak paling dewasa diantara dua adik ku yang masih duduk di SMA, dan SD, belum menjadi orang yang bisa membanggakan keluarga, hanya ayang lah yang menjadi tulang punggung keluarga, siang malam bekerja, menafkahi keluarga, menyekolahkanku, adik-adikku dan semua dari nya.
Ayahku bekerja sebagai pedagang ikan laut, setiap pagi pergi keluar kota untuk membeli ikan di TPI-TPI langganannya, biasanya di kota Jepara ayahku membeli ikan dan di jual lagi di pasar Semarang pada waktu malam hari, yaa, pasar kobong namanya, pasar ikan terbesar di semarang.
Disanalah ayahku bekerja, dengan doa, ku berharap ayahku lebih diberi keringanan untuk bekerja, mendapatkan rezeki yang banyak dan barokah.
Dalam sakit pun pasti ayahku masih memperhatikan keluarga, bahu yang kuat untuk menopang keluarga, menjadi orang pertama yang paling tidak bisa terima jika orang lain merendahkan keluarganya, kasih sayang ibu memang menenangkan, namun cinta kasih ayah lah yang paling menguatkan, kemarahanmu menjadi pelajaran bagiku, kekecewaanmu menjadi penyesalan bagiku.
Kasih sayang Ayah memang tak terlihat seperti Ibu, namun Kasih sayang ayah selalu nyata dalam diam, tanpak ku sadari ayah lah yang paling berjasa bagi keluarga kecil ini. terkadang kami sekeluarga sudah tertidur ketika ayah pulang, dengan tersenyum dia melihat kami tertidur, saat meminta sesuatu, semua juga dari ayah.
Ibu memang selalu ada dalam kehidupan keluarga, Ayah yang selalu bekerja memang tak selalu ada, namun ayahlah yang menyayangi kami dalam diam. Contoh-contoh nyata darinya akan menjadi pelajaran dan pembelajaran untuk ku sebagai anak, juga kelak akan menjadi ayah bagi anak-anak ku.
Menjadi pemimpin keluarga yang bertanggung jawab, mendidik anak sepenuh hati dan memberikan contoh kepada keluarga, bekerja tanpa kenal lelah, menjadi motifator bagi keluarga.
Darimu aku belajar, Karenamu aku menjadi orang yang bertanggung jawab, pelajaran dan kerja keras akan selalu ku ingat. darimu, Ayahku....
